Literasi Energi Berkelanjutan melalui Pengabdian Internasional di Brunei Darussalam
Keywords:
literasi energi berkelanjutan, pengabdian internasional, transisi energi, komunikasi kebijakan, Brunei DarussalamAbstract
Transisi energi bukan hanya agenda teknologi dan ekonomi, tetapi juga persoalan pembelajaran publik yang menuntut masyarakat dan komunitas perguruan tinggi memahami hubungan antara energi, pembangunan, kebijakan iklim, dan perilaku sehari-hari. Artikel ini mendokumentasikan kegiatan pengabdian masyarakat internasional Universitas Negeri Surabaya di Brunei Darussalam pada Oktober 2024 dengan Brunei Energy Hub Dermaga Diraja, Bandar Seri Begawan, sebagai lokasi pembelajaran utama. Kegiatan bertujuan memperkuat literasi energi berkelanjutan, memperluas pemahaman komparatif mengenai komunikasi publik tentang transisi energi, serta merumuskan gagasan tindak lanjut untuk pengabdian masyarakat dan pendidikan keberlanjutan. Pelaksanaan menggunakan pendekatan eksperiensial dan reflektif melalui orientasi awal, observasi langsung terhadap materi edukasi, diskusi terarah, refleksi kebijakan komparatif, dokumentasi, dan sintesis rencana tindak lanjut. Data bersumber dari dokumentasi kegiatan, catatan lapangan, bukti visual, informasi kelembagaan, dan matriks refleksi kualitatif; kegiatan tidak menggunakan pre-test maupun post-test sehingga artikel tidak mengklaim peningkatan pembelajaran secara statistik. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman yang lebih terstruktur mengenai narasi pembangunan energi Brunei, fungsi ruang edukasi publik dalam mengomunikasikan keberlanjutan, serta pentingnya menghubungkan literasi energi dengan kebijakan publik, kesadaran iklim, dan konsumsi bertanggung jawab. Dampak utama berupa terbentuknya kerangka pembelajaran yang menghubungkan observasi, refleksi, perbandingan, komunikasi, dan aksi. Artikel mengusulkan model pengabdian internasional lima tahap untuk mendukung program keberlanjutan lintas negara yang memadukan edukasi publik, kolaborasi akademik, dan tindak lanjut praktis.

